![]() |
Gambar dari sahabatpegadaian.com |
Kita terlahir ke dunia sebagai manusia yang suci, bersih, dan memiliki kecerdasan. Jikapun kita berbeda pada saat lahir itu semua karena perbedaan fisik. Setelah kita tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang membesarkan kita barulah kita akan mengalami perbedaan pada hal kecerdasan.
Banyak dari masyarakat kita tidak memahami tentang kecerdasan ini. Kebanyakan dari kita hanya memperbandingkan yang pintar dengan yang bodoh. Pada kenyataannya "Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan".
Mari kita kenali terlebih dahulu apa itu kecerdasan ??
- Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap
- Ia bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang
dapat ditumbuhkan dan dikembangkan
- Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu
masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan;
kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang
berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat (Howard Gardner)
Dengan pengertian tersebut kita perlu mengenal kecerdasan anak kita yang sering di sebut Multiple
Intelligences. Melalui
pengenalan akan Multiple Intelligences, kita dapat mempelajari kekuatan /
kelemahan anak dan memberikan mereka peluang untuk belajar melalui
kelebihan-kelebihannya.
Tujuan: anak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi
dunia, bekerja dengan ketrampilan sendiri dan mengembangkan kemampuannya
sendiri.
Apa sajakah kecerdasan MULTIPLE INTELLIGENCES??
Kecerdasan Linguistik
- Mampu membaca, mengerti apa yang dibaca.
- Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons
dalam suatu komunikasi verbal.
- Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu
membaca karya orang lain.
- Mampu menulis dan berbicara secara efektif.
- Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai
menyampaikan cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis.
- Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan,
tulisan dan melalui diskusi, ataupun debat.
- Peka terhadap arti kata, urutan, ritme dan intonasi
kata yang diucapkan.
- Memiliki perbendaharaan kata yang luas, suka puisi, dan
permainan kata.
Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum,
pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan
sebagainya.
Kecerdasan Logika - Matematika
- Mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip
sebab-akibat.
- Mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek
tersebut.
- Pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran
logis.
- Menikmati pekerjaan yang berhubungan dengan kalkulus,
pemograman komputer, metode riset.
- Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan
bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan dan membangun argumentasi kuat.
- Tertarik dengan karir di bidang teknologi, mesin,
teknik, akuntansi, dan hukum.
- Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan
konsep dan objek yang konkret.
Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer
komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.
Kecerdasan Intrapersonal
- Mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu
menyalurkan pikiran dan perasaan.
- Termotivasi dalam mengejar tujuan hidup.
- Mampu bekerja mandiri, mengembangkan kemampuan belajar
yang berkelanjutan dan mau meningkatkan diri.
- Mengembangkan konsep diri dengan baik.
- Tertarik sebagai konselor, pelatih, filsuf, psikolog
atau di jalur spiritual.
- Tertarik pada arti hidup, tujuan hidup dan relevansinya
dengan keadaaan saat ini.
- Mampu menyelami / mengerti kerumitan dan kondisi
manusia.
Profesi: ahli
psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program,
pengusaha, dan sebagainya.
Kecerdasan Interpersonal
- Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai
menjalin hubungan sosial.
- Mampu merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan
harapan orang lain.
- Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan
berkomunikasi dengan efektif, baik secara verbal maupun non-verbal.
- Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kelompok
yang berbeda, mampu menerima umpan balik yang disampaikan orang lain, dan
mampu bekerja sama dengan orang lain.
- Mampu berempati dan mau mengerti orang lain.
- Mau melihat sudut pandang orang lain.
- Menciptakan dan mempertahankan sinergi.
Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian
personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi,
tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.
Kecerdasan Musikal
- Menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik
untuk memainkan alat musik.
- Mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap
suara-suara.
- Mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah
lagu.
- Senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik
lagu.
- Mampu menciptakan komposisi musik.
- Senang improvisasi dan bermain dengan suara.
- Menyukai dan mampu bernyanyi.
- Tertarik untuk terjun dan menekuni musik, baik sebagai
penyanyi atau pemusik.
- Mampu menganalisis / mengkritik suatu musik.
Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi
musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru
musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.
Kecerdasan Visual - Spasial
- Senang mencoret-coret, menggambar, melukis dan membuat
patung.
- Senang belajar dengan grafik, peta, diagram, atau alat
bantu visual lainnya.
- Kaya akan khayalan, imaginasi dan kreatif.
- Menyukai poster, gambar, film dan presentasi visual
lainnya.
- Pandai main puzzle, mazes dan tugas-lugas lain yang
berkaitan dengan manipulasi.
- Belajar dengan mengamati, melihat, mengenali wajah,
objek, bentuk, dan warna.
- Menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses
mengingat.
Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya.
Kecerdasan Kinestetik - Jasmani
- Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan
dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide,
pemikiran, perasaan, dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani objek.
- Memiliki kontrol pada gerakan keseimbangan,
ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.
- Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field
trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.
- Senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat.
- Suka menyentuh, memegang atau bermain dengan apa yang
sedang dipelajari.
- Suka belajar dengan terlibat secara langsung,
ingatannya kuat terhadap apa yang dialami atau dilihat.
Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli
mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet
profesional, dan sebagainya.
Kecerdasan Naturalis
- Suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli
dengan objek alam, tanaman atau hewan.
- Antusias akan lingkungan alam dan lingkungan manusia.
- Mampu mengenali pola di antara spesies.
- Senang berkarir di bidang biologi, ekologi, kimia, atau
botani.
- Senang memelihara tanaman, hewan.
- Suka menggunakan teleskop, komputer, binocular,
mikroskop untuk mempelajari suatu organisme.
- Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.
- Senang melakukan aktivitas outdoor, seperti: mendaki
gunung, scuba diving (menyelam).
Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung,
pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum
zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.
Kita semua berbeda karena kita semua memiliki kombinasi kepandaian yang
berbeda. Bila kita mampu mengenalinya, saya kira kita akan mempunyai setidaknya
sebuah kesempatan yang bagus untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi
di dunia. - Howard Gardner.
Untuk Mengetahui Kecerdasan Pada Anak Kita Silahkan Gunakan TES MULTIPLE INTELLEGENCE
Untuk Melakukan Observasi Kecerdasan Pada Anak Kita Silahkan Gunakan
Sumber :
Gardner, Howard, Kecerdasan Majemuk: Teori dalam Praktek, terj. Alexander
Sindoro, Batam: Interaksa, 2003.
Soetikno, Wendie Razif. 2014. Disain Kurikulum Digital. Yogyakarta : Smart Writing Grup CV. Writing Revolution.
bagus sekali tulisannya
BalasHapusTerima kasih Pak
HapusPenting banget untuk guru dan orang tua
BalasHapusIya Pak betul....
HapusTerima kasih pak ilmunya
BalasHapusSama - sama Ibu
HapusTulisan yg sangat lengkap. Terkadang kita tidak mengetahui jenis kecerdasan anak didik kita. Diperlukan waktu untuk dapat menangkap jenis kecerdasannya.
BalasHapusTerima kasih atas ilmu barunya. Setiap anak dibekali multiple intelligences dan kami sebagai orang tua sudah semestinya tau agar bisa mendukung berbagai jenis kecerdasannya
BalasHapusBetul supaya kita tidak keliru mengenal kelebihan dan kekurangan anak
HapusAlhamdulillah, terima kasih tuk ilmunya pak, kita para orang tua jadi bisa lebih memahami & ikut belajarlebuh dalam lgi ttng mendidik ank kita,
BalasHapusAminn semoga bermanfaat
HapusTulisan yang sangat bagus. Ini bisa dijadikan acuan bhn ajar untuk mengenali sifat anak. Jika para pendidik mampu mengenali sifat anak mk kedua belah pihak tidak mengalami kesulitan dalam kbm.
BalasHapusDan sedikit tambahan, kemauan akan menggali kemampuan, kemampuan menghasilkan kecerdasan.
Maka tugas pendidik adalah untuk memotivasi siswa agar memiliki kemauan dlm menuntut ilmu.
Iya Bu kita pendidik itu menuntun semoga kita bisa terus memahami siswa kita ya Bu
BalasHapus