Kamis, 17 Februari 2022

Renjana di Simpang Jalan


"Hati diibaratkan sebagai puzzle. Dimana terkadang ada teka teki didalamnya. Sebuah kesalahan meletakan potongan puzzle adalah hal yang lumrah dalam perjalanan melengkapi puzzle. Tetapi setiap kesalahan yang diperbaiki, kemudian dilengkapi dengan potongan yang lain, ia akan menjadi gambar yang indah dan sempurna. Begitupula hati, untuk mencapai keindahan, pasti akan ada kesalahan, dan perjalanan."

Pagi ini hujan rintik - rintik menghalangi datangnya Sang Fajar. Kuhirup udara pagi yang dingin menusuk tulangku. Tubuhku terasa kaku seakan tak ingin ku beranjak dari tempat tidurku. Telinga dan benakku masih mendengarkan isak tangis orang - orang sekelilingku. Mungkin aku masih mengalami halusinasi berkepanjangan akibat peristiwa empat tahun lalu.
Untuk menutupi rasa pedih kehilanganmu dan teror masa lalu itu, kunyanyikan lagu "JanjiMu Seperti Fajar". Lagu yang selalu mengingatkan pada pertemuan kita. Lagu yang memberi semangat orang untuk terus bermimpi. Ingatkah engkau kalau masa - masa awal perkenalan kita. Kau diam seribu bahasa, cuek bahkan tidak mau menatapku. Tak kusangka kalau ternyata dirimulah orang yang akan menemani hari - hariku untuk menghabiskan sisa hidupku.
Namun, itu semua hanya ilusi. Semua telah selesai. Tak ada lagi senyum di raut wajahmu. Aku ingin kembali mendengarkan cerita tentang film - film yang kau tonton atau melihatmu berlatih menyanyi untuk grub musikmu. Paling tidak kita bisa menyusuri padatnya Jakarta sampai lewat senja. Dan kau sering katakan bahwa esok, begitu matahari terbit, kau akan berjalan menyambut matahari terbit??
***
Aku memang bekerja menuju arah timur, namun bukan menyongsong matahari. Aku dengan tas ranselku ditemani motor setiaku, tenggelam dalam pemandangan aspal, deretan rumah - rumah penduduk yang berlarian ke belakang, serta kabut misterius yang menyelimutinya. Di tengah deretan motor saling adu kencang, sering kubayangkan dirimu terselip di jok belakang motorku. Rasanya aneh ketika kutengok kebelakang hanya jok warna hitam yang kudapati. Bukankah setiap kita melakukan perjalanan dengan motor kau selalu memintaku bercerita tentang uniknya mengajar siswa, orang tua murid yang cerewet, dan kenapa kita bisa jatuh cinta sebegitu dasyatnya padahal latar belakang kita berbeda??
Semua ketololan ini hanya bisa dilakukan oleh seorang lelaki penghayal yang tak mempercayai hari esok. Bagaimana tidak, dalam 1 tahun hampir setiap bulan aku bolak - balik selama tiga puluh lima menit, hanya untuk mencari sesuatu yang tak bisa kutemukan sampai kapanpun.
***
Apakah aku harus berbohong pada diriku sendiri?Bahwa aku tak bisa melupakanmu, bahwa bayanganmu selalu mengikuti setiap adegan dalam film yang kutonton, bahwa tatapan matamu yang teduh bermain di antara halaman buku yang sedang kubaca?
Bertahun - tahun setelah kau pergi, setelah kusaksikan tumbangnya harapanku padamu, aku berpikir bagaimana akan kutulis kisah hidupku selanjutnya. Akupun tak bisa membedakan apakah kita sedang berpura - pura memerankan sebuah adegan film yang menyedihkan ataukah ini memang nyata, sebuah mimpi buruk yang tengah menerkam kedamaian hidupku.
***
Sampai di depan bekas rumahmu, getaran perih itu tak pernah berkurang sedikitpun. Setelah bertahun - tahun kau tak disitu, tak ada yang berubah dari rumah itu. Sebuah rumah tua, dengan pintu kayu berukir, beranda dengan hiasan lampu tua, dan pagar besi mengelilinginya. Sebuah taman kecil, penuh anggrek yang tertempel di pohon mangga serta kembang sepatu merah masih terpelihara dengan baik.
Kemurungan mengalir tak terbendung dalam diriku, melahirkan rasa sesal tak berkesudahan. Apakah manusia bisa terlepas dari kenangan? Apakah orang yang terjerumus dalam kenangan tak akan mampu memiliki impian tentang masa depan yang terbebas dari masa lalunya? Lalu untuk apa aku harus menjalani hari-hari seperti ini? Sepanjang perjalanan pulang kembali, aku selalu memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu. Renjanaku di Simpang Jalan tak tau arah tujuan hanya bisa berserah biarkan Tuhan yang merangkai puzzle kehidupanku untuk arah yang lebih baik. (*)
Cerita ini aku dedikasikan untuk almarhum istriku.Bekasi, 17 Februari 2022












24 komentar:

  1. Semangat pak. Semoga langkah kaki mengarahkan pada kehidupan yg terbaik

    BalasHapus
  2. Yaa Alloh Yaa Robb..
    Terimalah segala amalannya.. ampunilah salah dosa khilafnya dan lapangkan kuburnya serta ditempatkan ditempat yang terbaik di sisi Mu Yaa Alloh. Aamiin..
    Doa ku untuk Almh.istri Om Sigit ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn terima kasih ya Bu untuk doanya berkah untuk Ibu

      Hapus
  3. Semoga almarhum istri tenang di sisiNya. Jangan meminta pada Tuhan untuk melupakan kenangan bersamanya mintalah pada Tuhan bagaimana cara terbaik kita untuk kuat mengenangnya. Sabar dan iklas Pak Sigit .. Esok kan Pak Sigit temui mentari kan bersinar lagi senyum indahnya kan kita temui bersama sikecil buah hati.semangat Pak ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn Bu...saya berusaha menikmati setiap proses yang Tuhan beri dalam hidup saya..

      Hapus
  4. Cerita kenangan nan indah ..... Salam Bung Sigit

    BalasHapus
  5. Semoga Allah menempatkan beliau ditempat istimewa disisi Nya. Sabar dan Ikhlaskan Beliau Pak, maka akan meringankan langkah menuju kehidupan yang masih menunggu kedepannya. dan yang pasti beliau juga tidak menginginkan bapak sedih berkepanjangan. Semangat Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn Terima kasih Bu...doakan yang terbaik untuk kehidupan saya selanjutnya

      Hapus
  6. Alfatihah untuk almarhumah istri Bapak. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan oleh Allah dalam menerima cobaan berat ini. Aamiin ya Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn terima kasih Bu...doa juga yang terbaik untuk ibu dan keluarga

      Hapus
  7. Kenangan indah akan selalu mendampingi langkah..puzzle itu akan tertata kelak..semangat selalu pak Sigit

    BalasHapus
  8. Biar ku bantu rangkai puzeel itu ....

    BalasHapus
  9. Terhanyut, terharu, terkesima saya membaca tulisan ini.
    Semoga istri tercinta diterima disisinya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keihlasan untuk selalu mendoakan almarhumah.

    Sehat selalu Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak...sehat - sehat juga ya Pak...Salam sukses

      Hapus
  10. Semoga arah dan tujuan selaras dengan ketentuan Tuhan

    BalasHapus
  11. Allahummaghfirlaha warhamha waaifi wa'fuanha. Semoga berkumpul kembali di surga-Nya.

    BalasHapus
  12. Sebuah kisah nyata yang tersampaikan deskripsi luar biasa. Bisa merasakan sudut-sudut kenangannya. Semangat Pak.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Semoga hari Anda menyenangkan dan Sukses selalu. Tuhan Memberkati