Selasa, 15 Februari 2022

Memahami Proofreading atau Uji- Baca dalam Dunia Menulis


" Dalam kehidupan, sebenarnya bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa banyak kita menjalani hari - hari yang berat dan kesalahan"
"Seberapapun cerdasnya Anda, Anda akan melakukan kesalahan. Anda akan belajar dari kesalahan karena Anda tidak bisa menghindarinya. Belajar menghadapinya"
Jack Ma

Kesalahan yang sering terjadi tidak membuat kita takut untuk kembali mencoba melakukan sesuatu. Kita perlu belajar dari kesalah yang ada kemudian memperbaikinya di kemudia hari. 

Menulis juga demikian. Seringkali kita juga melakukan kesalahan dalam menulis. Kesalahan yang dilakukan bisa bermacam - macam seperti kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah hingga pemenggalan kata.

Menurut Bapak Susanto, S.Pd yang sering dipanggil PakD Sus. Dalam sebuah pelatihan menulis. Beliau mengatakan, "Kesalahan yang terjadi sebagai seorang penulis adalah bagian dari proses. Penulis harus berkembang dan terus berkarya agar terus menghasilkan tulisan - tulisan yang dibutuhkan masyarakat". 

Oleh karena itu, PakD Sus menghimbau penulis untuk memahami yang disebut dengan Proofreading. Apa itu proofreading?Proofreading atau kadang disebut dengan uji - baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.

Sebagai contoh perhatikan kutipan kalimat berikut ini :

"Hmm...aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo." Kata Cici.

masih bisa diperbaiki:

"Hmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

Mari kita kritisi :

Tanda Elipsis/Titik Tiga (...)  dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog.

Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

Mengapa kata "kata" ditulis dengan huruf kecil? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag". Itulah contoh bagian dari kita melakukan proofreading.

Kita juga perlu memahami bahwa proses proofreading berbeda dengan editing. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Jadi, tugas proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji - baca bisa diterima logika dan dipahami. Ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif atau tidak, susunannya sudah tepat atau belum, substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

Proses proofreading ini bisa dilakukan oleh si penulis sendiri. Meskipun dilakukan oleh penulis proofreader bersifat netral. Seorang profreader akan menilai tulisannya secara objektif. Oleh karena itu, proofreader bertindaklah sebagai seoarang "pembaca".

Langkah - Langkah Penulis memposisikan diri sebagai " CALON PEMBACA"

Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Keempat
1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3.  Konsistensi nama dan ketentuannya
4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

Seiring berjalannya waktu jika kita terus malukan proses tersebut maka kita akan terbiasa menjadi seroang proofreader yang handal. Yang terpenting sebagai seorang penulis selalu semangat berkarya dan terus berinovasi untuk kemajuan tulisannya. 

18 komentar:

  1. Mantap resume materinya Pak....

    BalasHapus
  2. Semangat untuk menjadi proofreader tulisan sendiri. Sudah ada ilmunya tinggal praktenya. Saling memberi semangat pak 💪💪💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn Bu rajin membaca, rajin menulis, dan rajin mengoreksi nanti kita akan jadi profeder yang handal Bu

      Hapus
  3. Keren pak, singkat padat dan jelas.

    BalasHapus
  4. Semangat.......semoga kita bisa menyelesaikan tantangan ini hingga akhir kelulusan....salam.literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu semangat juga ya Bu salam literasi

      Hapus
  5. Lanjut dan semangat terus, mantap.

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Semoga hari Anda menyenangkan dan Sukses selalu. Tuhan Memberkati