Selasa, 15 Februari 2022

Kenali Bakatmu dan Rasakan Dampaknya (Pantun Bale)


Children OF Heaven adalah film tahun 2000an yang menginpirasi banyak orang. Children of Heaven berkisah tentang kakak-beradik bernama Ali dan Zahra yang terlahir dari keluarga miskin. Mereka harus saling bergantian memakai sepatu tiap ke sekolah dikarenakan sepatu Zahra hilang. 

Mereka pun akhirnya harus saling bergantian memakai sepatu tersebut. Zahra yang masuk sekolah di pagi hari harus berlari cepat saat pulang sekolah agar Ali dapat segera memakai sepatu saat Ali hendak berangkat sekolah di siang harinya, selisih waktu sekolah antara mereka tidak terlalu banyak sehingga mereka harus saling berlari agar tepat waktu.

Karena hal itu, Ali jadi sering terlambat datang ke sekolah sehingga ia kerap dimarahi oleh salah satu gurunya. Padahal ia sudah berlari sangat cepat.

Sampai akhirnya Ali mengikuti perlombaan lari jarak jauh di sekolahnya dan berharap mendapat juara ketiga. Kenapa ketiga?

Karena hadiah juara ketiga itu adalah sepasang sepatu olahraga. Tapi sayang, Ali malah jadi juara pertama pada perlombaan itu. Bukannya senang, tapi Ali justru sedih karena tidak mampu menepati janjinya kepada Zahra untuk jadi juara ketiga.

Banyak sekali yang dapat kita peroleh dan bisa kita ambil hikmah dari kisah Ali dan Zahra. Dan kenapa saya mengutip kisah film tersebut karena terinspirasi dari tulisan seorang teman, mentor dan sahabat saya (http://www.briandanbuku.my.id/2022/02/buku-antologi-ke-14-mengukir-keabadian.html )

Beliau adalah Brian Prasetyawan. Seorang teman, sahabat dan sekaligus mentor saya untuk menulis khususnya menulis di blog. Saya belajar membuat dan menulis di blog karena bimbingan beliau. Masih dalam ingatan saya pada tahun 2017 itulah pertama kalinya saya diperkenalkan dengan jelas soal blog oleh beliau. 

Jika kisah Ali dan Zahra di pandang dari sudut bakat. Ali memiliki bakat lari karena keadaan di mana dia harus bergantian memakai sepatu untuk berangkat ke sekolah agar tidak terlambat. Saya suka menulis karena menulis seperti teman curhat bagi saya. Saya bisa meluapkan apa saja yang saya pikirkan, yang saya rasakan dan bahkan saya bisa berangan - angan tanpa adanya rasa takut dan kawatir.

Saya menulis tidak menggunakan ilmu khusus dalam menulis. Saya menulis sesuka hati saja apa yang saya pikirkan. Rupanya pandangan saya ini keliru. Menulis juga ada hal yang harus diperhatikan. Setelah saya membaca beberapa postingan milik Brian dan saya berdiskusi dengan beliau. Brianpun memasukan saya dalam grub blogger dan juga kelas menulis dengan harapan saya lebih terarah dan bisa menjadi lebih baik lagi.

Di sinilah saya menyadari banyak hal. Rupanya saya masih harus banyak belajar untuk mengasah bakat dan kemampuan saya dalam menulis. Lagi - lagi saat saya melihat Brian saya benar - benar kagum. Bagaimana tidak?Bakat menulisnya telah merubahnya menjadi luar biasa. Brian yang saya kenal pada saat masa kuliah telah berubah menjadi seorang yang benar - benar mengispirasi banyak orang. Angkat topi untuk Brian.

Impian terbesar seorang penulis adalah membuat buku. Buku yang tidak sekedar memberikan manfaat kepada pembaca tetapi buku tersebut adalah gambaran karakter penulis itu sendiri. Sayapun juga ingin membuat buku. Saya merasa melalui tulisan yang dibukukan saya bisa menyampaikan banyak hal dan memberikan sumbangsih saya dalam dunia ini. Semoga apapun nantinya yang saya buat di masa yang akan datang sungguh dapat bermanfaat untuk para pembaca.

Dan bagi semua orang yang membaca tulisan saya ini. Apapun bakat yang Anda miliki. Kenali dan gali bakat Anda. Bakat merupakan sebuah karunia dari Allah. Setiap manusia diberikan bakat yang unik, jadi kita harus menggali bakat tersebut kemudian mengembangkannya.Supaya Anda bisa seperti Brian sahabat saya yang karyanya tidak hanya menginspirasi banyak orang tetapi dengan karyanya beliau menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita dapat menemukan bakat kita masing- masing. Amin

 




14 komentar:

  1. Mantap tulisannya.
    Selamat, telah berhasil menjawab tantangan..

    BalasHapus
  2. Masyaallah, tulisan yang penuh semangat, Pak.👍

    BalasHapus
  3. Terima kasih Pak Sigit sudah mempantun-balekan postingan blog saya.
    Sebenarnya saya juga bukan bakat menulis, mungkin lebih tepatnya passion.
    Saya pun masih terus belajar. Bahkan dari tulisan-tulisan blog Pak Sigit saya belajar teknik menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari sama - sama terus belajar dupaya kita bisa berkembang lebih baik lagi....dan sepertinya betul itu passion ya...sayapun baru menemukannya...semangat dan sukses selalu Brian

      Hapus
  4. Penulis asli dan penulis pantun bale sama2 betkakat.. menjadi penulis ulung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu semoga kami bisa lebih baik ke depannya dalam menulis...salam literasi

      Hapus
  5. Tulisan yang bagus, menginspirasi dan memotivasi. Semoga apa yang dicita-citakan terwujud.

    BalasHapus
  6. Menginspirasi Pak...
    Semoga segera buku yang diidamkan segera terwujud...
    Sehat terus Pak

    BalasHapus
  7. Semoga impian untuk menjadi penulis akan terwujud dengan tulisan yang menginspirasi banyak orang

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Semoga hari Anda menyenangkan dan Sukses selalu. Tuhan Memberkati