Rabu, 16 Februari 2022

Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) Terintegrasi dengan Sitem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD)


Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) resmi meluncurkan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) untuk sekolah sebagai aplikasi tunggal perencanaan dan pelaporan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Ada yang berbeda dari sistem - sistem sebelumnya. ARKAS dan MARKAS yang ada sekolah cukup memasukan informasi rencana anggaran ke satu aplikasi yang sudah satu dengan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Dapodik. Ini bisa terwujud karena Mendikbudristek dan Kemendagri melakukan kolaborasi. 

Dampak dari kebijakan ini administratif dapat ditekan dan sekolah bisa lebih fokus kepada murid - murid dan bukan hal - hal administratif. "Jadi untuk sekolah memakai ARKAS. Dinas Pendidikan memakai MARKAS," ujar menteri Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode Keenam Belas: Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kesetaraan secara daring, Selasa (15/2).

Selain itu Mendikbudristek mengharapkan Pengelolaan Dana BOS menjadi lebih akurat dan bertanggung jawab dengan kehadiran ARKAS dan MARKAS yang terintegrasi dengan SIPD. Keunikan lain dari ARKAS ini adalah format data dan standar acuanpun sudah terstandardisasi sesuai aturan berlaku, proses persetujuan dokumen menjadi lebih cepat, dan proses konsolidasi anggaran sekolah ke dalam anggaran dinas juga secara otomatis. 

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menilai ARKAS memberikan akurasi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran yang makin kuat. “ARKAS sebagai inovasi tentu tujuannya untuk mempermudah Pemerintah Daerah dan Pusat mengawasi dan membina PAUD dan pendidikan kesetaraan. Inovasi ini juga menciptakan kepercayaan publik karena APBN yang sangat besar untuk pendidikan harus menghasilkan kualitas pendidikan yang makin baik,” ungkapnya.

“Semoga ARKAS bisa mempercepat perbaikan pengelolaan pendidikan dan sekolah-sekolah makin ringan atau bahkan bebannya berkurang signifikan, dari mulai perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban anggaran dari anggaran pendidikan yang berasal dari BOS atau APBN,” tambah Menkeu.

Cara Pakai ARKAS dan MARKAS

Dinas Pendidikan

1. Agar sekolah dapat menggunakan ARKAS, dinas pendidikan harus terhubung ke MARKAS terlebih dahulu. “Untuk mengakses MARKAS, Dinas pendidikan dapat mengunjungi situs resmi Kemendikbudristek, yaitu: https://rkas.kemdikbud.go.id/ 



2. Lalu, dinas pendidikan dapat memilih tombol “Login Dinas”,



3. Pilih “Daftar” dan registrasi sesuai dengan data yang diminta. Setelah sukses login, maka MARKAS siap digunakan.



Sekolah

1. Sekolah mengunduh dan mengakses ARKAS di rkas.kemdikbud.go.id/download



2. Setelah masuk ke situs, sekolah kemudian memilih “Unduhan” dan klik “Unduh”.



3. Setelahnya, sekolah dapat memasang (install) dokumen yang telah diunduh dan melakukan registrasi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan menghubungi dinas pendidikan untuk mendapatkan kode aktivasi. Setelah mendapat kode, sekolah dapat melakukan login dan ARKAS pun siap digunakan.


Ketentuan terkait ARKAS dituangkan dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 7 Tahun 2021 bersama Menteri Dalam Negeri Nomor 907-6479-SJ tentang Pengintegrasian Sistem Informasi Pengelolaan Dana BOS. Sosialisasi ARKAS kepada sekolah dan dinas pendidikan direncanakan berjalan Maret mendatang. Sebagai informasi, pengelolaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan untuk tahun 2022 ini masih melalui portal http://bop.kemdikbud.go.id/, serta ARKAS/MARKAS akan digunakan pada tahun 2023.


sumber : kemdikbud.go.id

2 komentar:

  1. Di daerah kami, ARKAS sudah start mulai januari.. semoga mempermudah kerja kita dlm mengelola dana BOS

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Semoga hari Anda menyenangkan dan Sukses selalu. Tuhan Memberkati