Selamat Datang di Blog Sobat Dunia Kita

Blog sederhana yang berusaha melayani kebutuhan Anda.

Mari berkomentar, memberi kritik dan saran untuk kemajuan dan perkembangan blog kami

Masukan Anda sangat kami butuhkan untuk perkembangan kami.

Semoga Anda nyaman dengan kehadiran kami

Kepuasan Anda adalah kebahagiaan kami.

Terima Kasih sudah datang jangan lupa datang kembali

Kami doakan Anda selalu dalam lindungan-Nya dan sukses untuk Anda.

Jumat, 18 Februari 2022

Teruslah Menulis Raihlah Impianmu


EVERYONE IS NUMBER ONE

Sudahkah Sobat melihat tayangan mengenai Everyone is Number one???Sebuah kisah seorang juara lari yang mengalami patah kaki kemudian merasa putus asa karena kakinya satunya patah. Stres, frustasi dan takut menghantuinya. Akan tetapi pelari tersebut berhasil menaklukan ketakutan dan kelemahannya. Dengan tekad dan semangat berlatih terus menerus akhirnya kembali bisa berlari meskipun menggunakan kaki palsu dan akhirnya menjadi juara kembali. 

Sebagai seorang penulis pasti juga memiliki faktor penghambat dalam menulis. Seperti takut tulisan kita tidak ada yang membaca, takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan atau merasa minder karena karya orang lain lebih bagus dan masih banyak hambatan yang lainnya. 

Faktor penghambat itu harus kita singkirkan. Bagaimana caranya?Caranya adalah terus menulis, terus berkarya, dan terus menggali potensi kita. Sering kali hambatan itu muncul karena kita kurang menyadari kekuatan yang ada dalam diri kita. Padahal sebagai seorang penulis sudah dibekali dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Kita semua sudah melalui itu semua. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian baik itu yang pahit atau manis mengukir perjalanan hidup kita. MENGAPA KITA TIDAK MENGABADIKANNYA?

Sering kita bertanya pada diri kita bagaimana kita akan mengabadikannya?Keterampilan menulis saja pas - pasan. Pertanyaan pada diri sendiri tersebut membuat kita menjadi menyerah tanpa mencari solusi terlebih dahulu. Mari ingat Film Everyone is Number One. Bagaimana jika pelari tersebut menyerah? Apa yang akan terjadi dalam kehidupannya?Kita bisa menebak pasti kehidupan dia tidak akan pernah berubah. Tapi lihat ketika pelari tersebut terus mencoba dan terus berlatih. Pada akhirnya semua jerih payahnya dapat terwujud. Jadi, sebagai penulis mengapa kita tidak terus menulis, menulis dan menulis?Mari kita yakini bahwa ke depannya pasti akan menjadi lebih baik.

Kita mulai dengan terus mengasah keterampilan kita dalam menulis melalui kelas menulis, membuat resume, atau menulis di blog.  Pelatihan - pelatihan itu kita perlukan untuk menuju puncak sebagai seorang penulis yaitu membuat buku. Baik buku fiksi maupun buku non fiksi. 

KISAH NYATA 

Ibu Musiin, M.Pd adalah seorang peserta kelas menulis yang diadakan oleh PGRI. Beliau merupakan alumni kelas menulis gelombang 8. Beliau memulai segala sesuatunya dari nol. Tanpa punya pengalaman menulis sama sekali. Bahkan Ibu Musiin pada saat berbagi pengalaman mengatakan tidak pernah bermimpi bisa membuat buku. Tapi Ibu Musiin membuktikan beliau bisa membuat buku sebagai buktinya buku karangan beliau yang berjudul " Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi" berhasil dipajang di Toko Buku Gramedia.





Awal mula Ibu Musiin mempunya tekat membuat buku karena keinginan kuat beliau untuk menjadi seorang penulis yang mewariskan ilmu lewat buku, ingin memiliki buku karya sendiri yang bisa dipajang di toko buku online maupun offline, dan mengembangkan prosefinya sebagai guru.

MENULIS BUKU NON FIKSI DENGAN POLA KLASTER

Pada saat memberi kesaksian Ibu Musiin juga berbagi langkah bagaimana menulis buku non fiksi. Khusunya menulis buku non fiksi dengan pola Klaster. Pada dasarnya pola dibagi menjadi 3 yaitu :

Pola Hierarki (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh : Buku pelajaran.

Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses) Contoh : Buku Panduan

Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku - buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara.

Buku karangan beliau yang berjudul Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi juga menggunakan pola klaster. Berikut 5 langkah dalam menulis buku dengan pola klaster :

Pra Tulis
Menentukan tema sesuai dengan yang dikuasai. Selanjutnya dari tema menjadi sebuah ide yang menarik yang dapat kita peroleh dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, sosial media, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan atau membaca buku. Setelah ide diperoleh kemudian merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan melalui berbagai referensi, menyusun daftar, melakukan riset, membuat Mind Mapping, dan terakhir menyusun kerangka. 

Menulis Draft
Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas. Tidak mementingkan kesempurnaan tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

Merevisi Draft
Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian. Kemudian memeriksa gambaran besar dari naskah.

Menyunting Naskah
Menyunting naskah dengan KBBI dan PUEBI untuk memeriksa ejaan, tata bahasa, diksi, data dan fakta serta legalitas dan norma.

Menerbitkan
Penerbitan akan dilakukan oleh penerbit sesuai dengan perjanjian antara penulis dengan penerbit. 

Seperti dalam Film Everyone is Number One. Semua manusia ditakdirkan untuk bisa menjadi apa yang dia inginkan. Keyakinan, tekad, dan juga kemauan terus belajar menjadikan kita bisa meraih impian kita. TERUSLAH MENULIS DAN RAIHLAH IMPIANMU










JET Express Akan Berhenti Operasi Bulan Depan

Gambar Tangkapan Layar Akun Resmi JET Express

S
iapa yang tidak tahu JET Express?? Jasa kurir yang beroperasi pada tahun 2015 ini sudah menjadi andalan masyarakat dalam mengirimkan paket. Perusahaan ini menawarkan jasa pengiriman paket mulai dari dokumen hingga berbagai macam barang. 

Namun, pada Kamis 17 Februari 2022 . Tidak ada angin tidak ada hujan tiba - tiba JET Express memberikan pengumuman yang membuat kita semua bingung.

" Hai Pelanggan JET Express, kami ingin meninformasikan bahwa Februari 2022 adalah bulan terakhir JET Ekpress akan beoperasi.
Terima kasih atas kepercayaan selama ini dan kami pamit undur diri."

Pengumuman resmi tersebut dapat kita lihat di halaman resmi JET Express yaitu :  http://www.jetexpress.co.id/ . Selain itu, berita penting ini juga disampaikan melalui email kepada para pelanggan mereka. Tidak lupa JET Express menyampaikan terima kasih kepada para pelanggan yang sudah bersedia menggunakan jasa mereka.

"Segenap management JET Express menghaturkan terima kasih untuk kerjasama yang telah terjalin serta kepercayaan yang diberikan kepada JET Express"

Sangat disayangkan mengapa harus berhenti beroperasi. Semoga apapun keputusan yang diambil menagement demi kebaikan mereka. Sukses selalu untuk JET Express.

Kamis, 17 Februari 2022

Renjana di Simpang Jalan


"Hati diibaratkan sebagai puzzle. Dimana terkadang ada teka teki didalamnya. Sebuah kesalahan meletakan potongan puzzle adalah hal yang lumrah dalam perjalanan melengkapi puzzle. Tetapi setiap kesalahan yang diperbaiki, kemudian dilengkapi dengan potongan yang lain, ia akan menjadi gambar yang indah dan sempurna. Begitupula hati, untuk mencapai keindahan, pasti akan ada kesalahan, dan perjalanan."

Pagi ini hujan rintik - rintik menghalangi datangnya Sang Fajar. Kuhirup udara pagi yang dingin menusuk tulangku. Tubuhku terasa kaku seakan tak ingin ku beranjak dari tempat tidurku. Telinga dan benakku masih mendengarkan isak tangis orang - orang sekelilingku. Mungkin aku masih mengalami halusinasi berkepanjangan akibat peristiwa empat tahun lalu.
Untuk menutupi rasa pedih kehilanganmu dan teror masa lalu itu, kunyanyikan lagu "JanjiMu Seperti Fajar". Lagu yang selalu mengingatkan pada pertemuan kita. Lagu yang memberi semangat orang untuk terus bermimpi. Ingatkah engkau kalau masa - masa awal perkenalan kita. Kau diam seribu bahasa, cuek bahkan tidak mau menatapku. Tak kusangka kalau ternyata dirimulah orang yang akan menemani hari - hariku untuk menghabiskan sisa hidupku.
Namun, itu semua hanya ilusi. Semua telah selesai. Tak ada lagi senyum di raut wajahmu. Aku ingin kembali mendengarkan cerita tentang film - film yang kau tonton atau melihatmu berlatih menyanyi untuk grub musikmu. Paling tidak kita bisa menyusuri padatnya Jakarta sampai lewat senja. Dan kau sering katakan bahwa esok, begitu matahari terbit, kau akan berjalan menyambut matahari terbit??
***
Aku memang bekerja menuju arah timur, namun bukan menyongsong matahari. Aku dengan tas ranselku ditemani motor setiaku, tenggelam dalam pemandangan aspal, deretan rumah - rumah penduduk yang berlarian ke belakang, serta kabut misterius yang menyelimutinya. Di tengah deretan motor saling adu kencang, sering kubayangkan dirimu terselip di jok belakang motorku. Rasanya aneh ketika kutengok kebelakang hanya jok warna hitam yang kudapati. Bukankah setiap kita melakukan perjalanan dengan motor kau selalu memintaku bercerita tentang uniknya mengajar siswa, orang tua murid yang cerewet, dan kenapa kita bisa jatuh cinta sebegitu dasyatnya padahal latar belakang kita berbeda??
Semua ketololan ini hanya bisa dilakukan oleh seorang lelaki penghayal yang tak mempercayai hari esok. Bagaimana tidak, dalam 1 tahun hampir setiap bulan aku bolak - balik selama tiga puluh lima menit, hanya untuk mencari sesuatu yang tak bisa kutemukan sampai kapanpun.
***
Apakah aku harus berbohong pada diriku sendiri?Bahwa aku tak bisa melupakanmu, bahwa bayanganmu selalu mengikuti setiap adegan dalam film yang kutonton, bahwa tatapan matamu yang teduh bermain di antara halaman buku yang sedang kubaca?
Bertahun - tahun setelah kau pergi, setelah kusaksikan tumbangnya harapanku padamu, aku berpikir bagaimana akan kutulis kisah hidupku selanjutnya. Akupun tak bisa membedakan apakah kita sedang berpura - pura memerankan sebuah adegan film yang menyedihkan ataukah ini memang nyata, sebuah mimpi buruk yang tengah menerkam kedamaian hidupku.
***
Sampai di depan bekas rumahmu, getaran perih itu tak pernah berkurang sedikitpun. Setelah bertahun - tahun kau tak disitu, tak ada yang berubah dari rumah itu. Sebuah rumah tua, dengan pintu kayu berukir, beranda dengan hiasan lampu tua, dan pagar besi mengelilinginya. Sebuah taman kecil, penuh anggrek yang tertempel di pohon mangga serta kembang sepatu merah masih terpelihara dengan baik.
Kemurungan mengalir tak terbendung dalam diriku, melahirkan rasa sesal tak berkesudahan. Apakah manusia bisa terlepas dari kenangan? Apakah orang yang terjerumus dalam kenangan tak akan mampu memiliki impian tentang masa depan yang terbebas dari masa lalunya? Lalu untuk apa aku harus menjalani hari-hari seperti ini? Sepanjang perjalanan pulang kembali, aku selalu memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu. Renjanaku di Simpang Jalan tak tau arah tujuan hanya bisa berserah biarkan Tuhan yang merangkai puzzle kehidupanku untuk arah yang lebih baik. (*)
Cerita ini aku dedikasikan untuk almarhum istriku.Bekasi, 17 Februari 2022












Dasyatnya Menulis

 


“Ada orang yang diberi uang satu trilyun di setiap pagi hari, lalu sepanjang hari dia isi waktunya dengan membuang-buang uang itu. Ke selokan, ke jalan, ke sungai, ke laut, dibakar, dan lainnya. Apa pendapat Anda dengan orang seperti itu?”

Dalam hal ini, saya meyakini semua pembaca saya akan menyepakati bahwa ORANG SEPERTI ITU ADALAH ORANG KONYOL!

“Jika orang seperti itu konyol, bagaimana dengan orang yang setiap paginya diberikan pahala menggunung ketika sahur, lalu sepanjang hari dia isi waktunya dengan sesuatu yang menghapus pahala puasanya: ghibah, zina mata, dengki, berdusta, mencuri, tidak menutup aurat. Apa pendapat Anda terhadap orang seperti itu?”

“Jika orang yang membuang-buang uang adalah orang konyol, maka orang yang membuang-buang pahala adalah orang yang JAUH LEBIH KONYOL LAGI. Kenapa? Karena pahala itu akan dia gunakan untuk menghadap Allah nantinya.”

Sobat semua pasti memiliki pandangan yang berbeda dan pastinya ingin ikut menyuarakan pendapatnya tentang pernyataan di atas.  Secara khusus saya tidak akan membahas tentang perkonyolan. Tapi pada saat Sobat membaca pasti ada perasaan setuju, mengangguk - angguk, geleng - geleng atau bahkan perasaan tidak setuju. ITULAH KEKUATAN MENULIS.

Kegiatan menulis akan memberikan dampak kepada pembacanya. Baik dampak positif ataupun dampak negatif. Pada dasarnya menulis merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa (verbal) yang menggunakan simbol - simbol tulis sebagai mediumnya. Sebagai ragam komunikasi, menurut Dr. Mudafiatun Isriyah menulis setidaknya terdapat empat unsur yang terlibat. Keempat unsur itu adalah :

1. Penulis sebagai penyampai pesan

2. Pesan atau sesuatu yang disampaikan penulis

3. Saluran atau medium berupa lambang - lambang bahasa tulis seperti huruf dan tanda baca

4. penerima pesan yaitu pembaca, sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh penulis.

Keempat unsur ini sangat berkaitan erat. Hal ini sejalah dengan Fungsi menulis menurut Dr. Mudafiatun pada saat memberikan pelatihan terkait menulis.

Pertama Fungsi Personal, yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya.

Kedua Fungsi Intrumental (direktif), yaitu mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.

Ketiga Fungsi Interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial.

Keempat Fungsi Informatif, yaitu menyampaikan informasi termasuk ilmu pengetahuan.

Kelima Fungsi Estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau mempengaruhi rasa keindahan.

Maka menulis bukanlah sebuah bakat. Butuh pelatihan terus - menerus agar menjadi terampil dalam menulis. Selain itu sebagai penulis harus memiliki tujuan yang jelas. Agar kita nantinya dapat menemukan passion kita di mana dalam menulis.

Dr. Mudafiatun juga menyampaikan tujuan dan manfaat menulis. Dalam penekanannya sekali lagi seorang penulis harus memahami letak kekuatan dan kelemahannya dalam menulis.

Tujuan Menulis adalah menulis untuk mengubah keyakinan pembaca, untuk menamkan suatu pemahaman kepada pembaca, merangsang proses berpikir pembaca, menyenangkan dan menghibur pembaca, memotifasi pembaca.

Di samping tujuan tersebut menulis juga memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya. Manfaat menulis yaitu peningkatan kecerdasan, pengembangan inisiatif dan kreativitas, penumbuhan keberanian, mendorong kemauan dan keterampilan mengumpulkan informasi.

Tapi JANGAN LUPA! Dalam menulis harus memiliki NOVELTY. Ini adalah sesuatu yang penting. Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah tulisan. Tulisan dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Dalam hal ini jika kondisi tersebut tidak sama dengan milik orang lain, maka kemungkinan tulisan kita mengandung unsur Novelty. 

Bagaimana Sobat?Menulis ternyata menarik ya. Yuk, kita belajar menulis!

"Biar peluru menembus kulit, dan meradang menerjang luka, bisa berlari hingga hilang pedih dan perih".

"Jika sebuah pedang hanya dapat menusuk satu orang berbeda dengan kata atau bahasa bentuk kalimat dapat membunuh atau dirasakan ratusan bahkan ribuan orang dengan lebih kejam,"

Napoleon Bonaparte